Senin, 21 Juni 2010

Pembuatan Kumbung Jamur Kuping Kapasitas 6000 Baglog

Alhamdulillah saya sudah berhasil menyelesaikan pembuatan kumbung jamur kuping dengan kapasitas 6000 baglog. Tentu bukan saya sendiri yang buat, tapi dengan bantuan tukang di kampung halaman. Ini merupakan kumbung ketiga tapi dari modal pribadi saya. Oke biar lebih jelas saya kasih fotonya dulu tapi cuma ada satu, itupun cuma dari luar. Karena hampir sama dengan foto kumbung jamur sebelumnya maka saya hanya menampilkan inovasi terbaru dari kumbung ke-3 ini. Yaitu penambahan ventilasi udara di bagian bawah.




Kumbung jamur kuping ini merupakan penyempurnaan dari kumbung-kumbung sebelumnya. Dan diharapkan mampu memberikan hasil terbaik. Saat ini sudah saya siapkan baglog jamur sebanyak 6000. Minggu kemaren tanggal 20 Juni 2010 baglog sudah dikirim oleh pembuatnya ke tempat saya. Minggu ini mungkin sudah mulai di tata di dalam kumbung. Tentu saja setelah tahap sterilisasi dilakukan.

Semoga hasil dari kumbung yang satu ini bisa lebih baik. Amien

Selengkapnya...

Minggu, 13 Juni 2010

Hasil Panen Dari Kumbung Kapasitas 10.000 Baglog

Wah tak terasa sudah hampir dua bulan saya tidak melakukan update perkembangan kumbung jamur saya. Tercatat posting terakhir pada tanggal 25 April 2010. Sebenarnya bukan tidak ada kabar baru yang bisa di share disini tapi belum sempat aja untuk menuangkan dalam bentuk tulisan. Bagi pengunjung rutin blog ini maupun yang mencari informasi mengenai budidaya Jamur Kuping mohon dimaafkan ya :)

Dan hari ini, Minggu tanggal 13 Juni 2010 saya baru saja melakukan panen yang ke empat kalinya dari baglog berjumlah 7500. Sedangkan untuk 2500 baglog yang lainnya sudah saya panen 2 hari yang lalu. Hasilnya ada kenaikan untuk yang 2500 baglog namun ada penurunan untuk yang 7500. Saya tidak menyalahkan cuaca yang masih terus hujan di tempat saya, tapi kenyataannya saya tidak berhasil mengupayakan kondisi pertumbuhan yang sesuai untuk hasil yang maksimal.

Untuk bulan Mei 2010 yang lalu, sudah dilakukan perbaikan dari sisi kumbung yaitu dengan menambah ventilasi untuk memperlancar sirkulasi udara. Mungkin cukup berhasil karena panen ke-3 dari 2500 baglog 2 hari yang lalu naik sekitar 42 KG menjadi 196 KG. Dan panen ke-4 dari 7500 baglog cuma turun sekitar 16 KG (304 KG) dari panen sebelumnya. Jika anda menyimak perjalanan budidaya jamur kuping ini sejak awal pasti paham betul jika beda hasil panen ke-3 dan ke-4 akan sangat jauh.

Untuk bulan Mei 2010 saya mendapat hasil panen dari 2500 baglog yang kedua sebanyak 154 KG jamur kuping basah, sedangkan untuk 7500 baglog lainnya diperoleh panen jamur kuping basah sebesar 320 KG. Sungguh hasil yang diluar ekspetasi saya. Alhasil sampai panen bulan Juni 2010 ini modal pembelian baglog belum balik modal.

Oh iya saya sudah menyelesaikan pembangunan kumbung jamur kuping saya yang ke-3 berkapasitas 6600 baglog. Baglognya sudah dipesan dan sekitar 2 minggu lagi akan selesai dan dikirim ke kumbung jamur kuping saya. Saya akan membahasnya secara khusus mengenai kumbung jamur kuping yang ke-3 ini, karena kebetulan Mei 2010 kemaren saya pulang kampung dan ada oleh-oleh foto buat pembaca semua.

Selengkapnya...

Minggu, 25 April 2010

Panen Jamur Kuping Pertama Untuk 5500 Baglog Yang Ngedrop

Berita kurang menggemberikan saya dapat dari kampung nih, tentunya mengenai panen jamur kuping untuk jumlah baglog 5500. Kalau pembaca menyimak postingan sebelum ini maka ceritanya berbalik 180 derajat.

Pasalnya panen kali ini sungguh diluar ekspektasi saya, dari 550 kg target panen jamur basah, hanya 359 Kg yang diperoleh. Harganya pun turun dari 6250 per Kg jadi 5700 per Kg. Sepertinya sudah jatuh ketimpa tangga. Tapi namanya usaha kan pasti ada pasang surutnya. Jadi ya tetep semangat saja.

Dari investigasi yang dilakukan sepertinya kumbung saya yang baru ini kurang sirkulasi udaranya. Apalagi sekarang di daerah saya budidaya jamur kuping masih hujan setiap hari. Kelembapan udara sangat tinggi sehingga menghambat pertumbuhan jamur.

Selain itu ada sedikit masalah lagi dengan krepes yang sempat kembali menyerang. Memamng hama yang satu ini kayaknya belum bisa solve dari budidaya jamur kuping saya.

Saya harus mempelajari lebih dalam mengenai krepes agar bisa memutus rantai hidupnya. Sepertinya anti krepes bukan solusi yang ampuh.
Selengkapnya...

Minggu, 21 Maret 2010

Panen Jamur Kuping dari 7500 Baglog yang Pertama

Setelah kurang lebih enam bulan sejak pertama kali proyek ini dibuat, maka pada tanggal 20 Maret 2010 kemaren panen jamur kuping yang pertama berhasil dilakukan. Sebagaimana saya tuliskan pada postingan sebelumnya bahwa proyek ini banyak sekali rintangannya. Bahkan seharusnya tidak sampai enam bulan untuk melakukan panen yang pertama.

Alhamdulillah hasil panennya masih sesuai dengan target yang sudah ditetapkan sebagaimana biasa. Untuk panen sampai dengan yang ketiga, diharapkan setiap 1000 baglog menghasilkan 100 kg jamur kuping basah. Dan panen kali ini tidak lebih tidak kurang sebanyak 750 kg jamur kuping basah.

Yang menarik kali ini adalah harga jual jamur kuping basah yang naik tajam. Sebesar 25 % dari harga jual sebelumnya yang masih sebesar Rp. 5000/ kg. Baru kali ini saya menjual dengan harga tertinggi per Kg-nya, yaitu sebesar Rp. 6.250/ kg. Tentu saja ini mempercepat balik modal pembelian baglog.

Bahkan hasil panen saya ini jadi rebutan para tengkulak, karena informasinya jamur kuping basah susah diperoleh. Mungkin karena musim penghujan yang lagi deras-derasnya sehingga tidak banyak petani yang sudah mulai budidaya. Dan justru ini menambah berkah bagi saya.

Untuk 5500 baglog berikutnya akan di panen rencananya pada tanggal 6 April 2010, genap satu bulan dari penyobekan baglog yang pertama. Sekian dulu update budidaya jamur kuping saya, terima kasih yang sudah banyak menyimak dari awal

Selengkapnya...

Sabtu, 06 Maret 2010

10 Tips Bagi Pemula di Budidaya Jamur Kuping

Alhamdulillah keberadaan blog ini bisa menjadi ajang silaturahmi bagi saya dengan beberapa pembaca yang kebetulan tertarik untuk budidaya jamur kuping atau malah sudah berkecimpung di dalamnya. Setiap hari setidaknya ada sekitar 40 pengunjung ke blog ini.

Bahkan yang lebih serius ingin mendapatkan informasi sering mengirim email atau chatting via YM dengan saya. Sebisa mungkin saya jawab semua pertanyaan yang diberikan sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman saya pribadi.

Pada posting kali ini saya ingin merangkum beberapa tips untuk memulai usaha budidaya jamur kuping dari kondisi nol berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami sendiri.

1. Sesuaikan kapasitas usaha budidaya jamur kuping dengan modal dan lahan yang tersedia.
Jika anda belum tahu sama sekali tentang budidaya jamur kuping maka disarankan untuk mencoba 500 baglog terlebih dahulu dan jangan membangun kumbung secara permanen. Manfaatkan bagian dari rumah anda dengan sedikit modifikasi.

2. Survei harga baglog jamur kuping dan pilih pemasok baglog jamur yang punya reputasi bagus.
Ini penting karena sebagai pemain baru kita masih perlu banyak belajar dan bimbingan, nah orang yang tepat untuk mengajari kita adalah penyuplai baglog itu sendiri. Selain itu cari penyuplai baglog yang mau membeli hasil panen kita dalam kondisi basah bukan jamur kondisi kering.

3. Cari informasi mengenai budidaya jamur kuping baik dari petani yang berpengalaman, buku, maupun dari internet.
Contohnya blog ini mungkin bisa dijadikan referensi untuk belajar dari awal.

4. Kondisikan kumbung jamur kuping sesuai dengan syarat tumbuh jamur kuping.
Tentu saja masing-masing daerah mempunyai suhu dan kelembapan yang berbeda-beda, sehingga frekuensi penyiraman juga akan berbeda. Musim juga sangat berpengaruh terhadap frekuensi penyiraman jamur kuping, pada musim kemarau penyiraman sampai 3 kali lipat.

5. Jaga kebersihan kumbung jamur

6. Selalu lakukan check terhadap kondisi baglog untuk mengetahui adanya hama dengan cepat.
Hal ini sangat penting karena hama berkembang dengan sangat cepat, jangan sampai misellium jamur rusak dengan cepat hanya karena kita telat mendeteksi hama ini.

7. Putar kembali modal jika sudah harus mengganti baglog yang baru.
Kira-kira baglog jamur kuping akan habis setelah dipanen 5 sampai 6 kali. Nah gunakan keuntungan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha budidaya jamur kuping ini lebih dulu. Kalaupun ada yang mau dinikmati ya mungkin dalam porsi yang lebih kecil.

8. Jalin kerjasama dengan pemilik modal atau cari modal lewat pinjaman bank
Yang penting jangan dari rentenir saja deh, bisa-bisa kita yang capek orang lain yang memperoleh keuntungan yang besar.

9. Jujur
Jangan mencuri timbangan dengan melakukan penyiraman sehari sebelum jamur kuping di panen. Masak keluarga kita dikasih makan dari tindakan yang tidak jujur sih....

10. Sisihkan sebagian hasil keuntungan kita untuk yang membutuhkan

Semoga 10 Tips ini bisa membantu Anda untuk berani memulai usaha budidaya jamur kuping

Selengkapnya...

Jumat, 26 Februari 2010

Hama Pada Jamur Kuping

Kehadiran hama pada budidaya jamur kuping tidak bisa dihindari. Hal ini disebabkan oleh aroma media tanam (baglog) dari jamur kuping yang khas sehingga menarik perhatian dari hewan (hama) di sekitar kumbung. Meskipun kumbung sudah di desain serapat mungkin toh masuknya hewan ini bisa terjadi saat kita keluar masuk ke kumbung. Oleh karena itu kita harus mengenali beberapa jenis hama bagi jamur kuping yang sering ditemui.

1. Lalat
Spesies lalat yang kerap menjadi hama adalah Sciarid, phorids, dan cecids. Lalat meletakkan telurnya di dalam baglog jamur kuping. Setelah menetas, larva lalat akan merusak miselium dan jamur dewasa. Efeknya jamur akan menjadi keriput dan batangnya berlubang. Selain itu lalat juga merupakan inang pembawa hama lain yaitu tungau (mite) pada perutnya.

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan selalu mengontrol keadaan kumbung. Jika ditemukan adanya lubang yang berpotensi sebagai tempat masuknya lalat, segera tutup atau diganti dengan yang baru. Bersihkan juga sisa-sisa media tanam yang tercecer saat melakukan pemanenan agar tidak ada telur atau larva lalat yang tertinggal.

Pengendalian hama ini dilakukan dengan menyemprotkan insektisida Dichloros dengan dosis 90 ml/L air yang bisa disemprotkan ke 140 m3 media tanam.

2. Tungau
Tungau (mite) adalah serangga kecil lunak berwarna cokelat transparan dengan ukuran 0.18 s/d 0.5 mm. Tungau lebih dikenal dengan sebutan krepes di kalangan petani karena jika di pencet akan menimbulkan bunyi "kemletes". Tungau akan mengerumuni tubuh buah jamur dan mengakibatkan jamur menjadi rusak.

Karena tungau ini dibawa oleh lalat, maka pencegahannya sama dengan pencegahan kehadiran lalat. Pengendalian hama ini dilakukan dengan menyemprotkan metil bromida dengan dosis sesuai anjuran dalam kemasannya. Pengalaman pribadi saya menggunakan merk dagang Talstar untuk membasmi Tungau ini.

3. Rayap
Serangga ini masuk ke dalam kumbung melalui permukaan tanah. Di dalam kumbung rayap akan memakan kayu, bambu, media tanam (baglog) dan tentu saja miselium jamur kuping. Oleh karena itu sebelum membangun kumbung harus dilakukan pengamatan secara teliti. Usahakan tidak membangun kumbung di atas rumah rayap. Pengendalian rayap dilakuakan dengan menyemprotkan insektisida khusus rayap, seperti Fenvarelate, Cypermethrin, Permethrin atau Chloorpyrifos dengan dosis sesuai dengan anjuran di kemasannya.

4. Laba-laba
Laba-laba memakan miselium dan tubuh buah jamur. Di dalam kumbung jamur kuping dan jamur tiram, laba-laba biasanya bersembunyi diantara susunan baglog. Selain menjadi hama, laba-laba juga menjadi inang jamur saprofit dan parasit.

Untuk mencegah kehadiran laba-laba, taburkan serbuk kapur di permukaan lantai kumbung. Jika terlihat ada sarangnya, cepat dibersihkan. Pengendaliannya dilakukan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif dicofol, seperti kalthane atau malathion dengan dosis sesuai anjuran pada kemasannya.

5. Cacing
Cacing yang menjadi hama dalam budidaya jamur kuping adalah spesies Napropogus Nematodes dan Mychopogus nematodes. Cacing yang panjangnya hanya beberapa mm saja ini memakan miselium jamur sehingga tidak bisa tumbuh menjadi jamur. Hama ini berkembang dengan sangat cepat, dalam seminggu populasinya bisa meningkat sampai 100 kali lipat.

Pencegahan masuknya cacing ini dilakukan dengan memastikan sterilisasi media tanam berlangsung secara sempurna sehingga semua telur cacing mati. Sementara itu pengendaliannya dilakukan dengan menaburkan Furagan G dengan dosis sesuai dengan anjuran di kemasannya.

Dari pengalaman saya pribadi, beberapa hama diatas pernah menyerang kumbung jamur kuping saya. Antara lain tungau atau krepes, cacing dan rayap serta semacam siput tanpa cangkang. Akan tetapi hama siput ini saya belum dapat informasi yang jelas. Untuk penangulangannya pun saya lakukan dengan manual mengambil satu per satu. Serangan yang paling ganas adalah tungau atau krepes dan sampai sekarang masih menjadi momok bagi petani jamur. Selalu cek kondisi baglog satu per satu agar jika ada hama segera bisa dideteksi. Sampai saat ini itu merupakan tips paling jitu untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua

Sumber : Buku " Budidaya Jamur (Jamur Kuping, Jamur Tiram, & Jamur Merang) oleh H. Parjimo & Drs. Agus Andoko, Penerbit AgroMedia Pustaka


Selengkapnya...

Senin, 15 Februari 2010

Budidaya Jamur Kuping 10.000 Baglog Siap Dimulai

Akhirnya setelah sempat tertunda beberapa bulan lamanya, saya berhasil menggenapi kekurangan 2500 baglog jamur kuping. Pepatah ada uang ada barang nampaknya tidak berlaku disini, karena baglog jamur kuping menjadi langka dan antrian pembelian pun sangat panjang. Bayangkan dari pesan sampai baglog tertata di kumbung minimal memerlukan waktu 2 bulan. Itupun untuk kondisi baglog yang baru secara tipis-tipis ditumbuhi miselium di salah satu ujungnya.

Ini menjadikan pengalaman bagi saya untuk bagaimana ke depannya secara lebih cermat menjadwalkan pemesanan baglog. Jika tidak maka kumbung akan menganggur selama beberapa bulan tanpa menghasilkan apa-apa. Kerugian akan semakin bertambah jika tanah tempat berdirinya kumbung merupakan tanah sewaan seperti pengalaman saya sekarang.

Alhamdulillah sisa 2500 baglog jamur kuping ini maju satu bulan dari prediksi awal Maret 2010 menjadi awal Februari 2010. Sebenarnya tidak hanya 2500 baglog yang saya pesan. Saya putuskan juga untuk mengganti 2500 baglog jamur kuping saya yang sudah 5 kali saya panen. Berdasarkan perhitungan ekonomi, lebih menguntungkan jika saya mengganti baglog baru daripada mempertahankan baglog yang lama. Jumlahnya pun saya tambah menjadi 3000 baglog. Hal ini untuk memaksimalkan kapasitas kumbung yang masih bisa menampung tambahan 500 baglog.

Setelah kumbung dikosongkan dan dibersihkan maka selanjutnya adalah dilakukan sterilisasi dengan menggunakan formalin. Tujuannya agar kondisi kumbung terbebas dari sisa-sisa mikroorganisme yang bisa menjadi hama pada pertumbuhan jamur kuping nantinya. Maklum kondisi yang selalu lembab rentan sekali terhadap hama.

Kembali ke judul, rencananya hari Sabtu 20 Februari 2010 ini dilakukan penyobekan 7500 baglog yang sudah datang lebih dulu. Karena memang sudah seluruh permukaan baglog ditumbuhi miselium. Menurut perkiraan 2500 baglog sisanya sudah bisa di sobek ketika panen jamur kuping yang pertama dilakukan, sehingga periode kedua nanti sudah 10.000 baglog yang siap tumbuh.

Informasi harga sedikit mengalami kenaikkan sepertinya, Yah semoga saja demikian. Dengan harga lebih tinggi maka balik modal nya pun juga cepat. Dan jika lancar maka keuntungan dalam satu periode budidayanya pun akan jauh lebih tinggi.

Sedikit memberikan penawaran bantuan ke teman-teman pembaca, jika mengalami kesulitan dalam memperoleh baglog jamur kuping bisa kontak saya via email. Akan saya bantu memberikan no hape dari penyedia baglog yang cukup mumpuni. Tawaran ini gratis karena memang saya hanya mau share saja.

Oh iya jika ada yang merasa berbeda dari tampilan blog ini berarti Anda sangat perhatian. Mohon maaf jika ada yang sedikit menggangu dari tampilannya, tapi dengan lokal adsense saya harapkan ada pemasukkan tambahan dari blog ini. Dan pada akhirnya akan mendukung blog ini bertahan

Terima kasih kunjungannya.
Selengkapnya...

Kamis, 04 Februari 2010

Panen Jamur Kuping Ke-5 dari Kumbung Kapasitas 2500

Tanggal 2 Februari 2010 ini saya melakukan panen jamur kuping untuk yang ke-5 kalinya. Sesuai dengan postingan sebelumnya, bahwa saya akan memanen jamur kuping ini sebelum umurnya 1 bulan. Target yang sudah dicanangkan sebesar 100 kg kembali tidak tercapai. Dan menjawab pertanyaan saya mengenai apakah benar untuk panen ke-4 s/d k3-6 akan bagus jika dipanen kurang dari 1 bulan. Ternyata tidak demikian adanya.

Sampai dengan panen kelima ini saya sudah memperoleh keuntungan bersih Rp. 415.500. Keuntungan ini sudah dikurangi dengan bagi hasil bagi pengelola kumbung yang kebetulan kakak saya dan juga untuk biaya penyusutan kumbung sebesar Rp. 200.000.

Dari sini saya belajar bahwa untuk usaha skala komersil, maka dibutuhkan minimal kapasitas kumbung 10.000 baglog dan dengan sistem membayar pegawai bukan bagi hasil. Memang sistem bagi hasil ini lebih menguntungkan jika dalam skala kecil, artinya modal yang kita keluarkan akan lebih cepat kembali. Dalam contoh kumbung kapasitas 2500 baglog ini satu kali periode budidaya saya memperoleh keuntungan bersih sebesar 10,72 %. Untuk kondisi harga jamur kuping yang selalu rendah untuk periode budidaya kali ini (Rp. 5000/kg) maka hasil tersebut cukup memuaskan.

Pemesanan baglog yang baru akan dikirim pada awal maret ini sebanyak 3000 baglog. Sengaja saya tingkatkan kapasitasnya untuk mendongkrak keuntungan periode budidaya berikutnya. Sambil menunggu saya masih menumbuhkan sisa-sisa baglog yang masih ada. Memang tanpa target karena secara hitungan ekonomi lebih bagus kalau saya mengganti dengan baglog yang baru. Hasilnya nanti akan ditambahkan untuk biaya penyusutan kumbung.

Selengkapnya...

Rabu, 13 Januari 2010

Mencoba Budidaya Jamur Tiram

Awalnya saya tidak tertarik untuk budidaya jamur tiram. Faktor utama ketidak tertarikan saya adalah saya belum punya pasar sedangkan jamur tiram ini tidak bisa dikeringkan dan hanya tahan selama 1 hari saja. Jika lebih dari itu sudah kelihatan rusak dan tentu saja tidak laku dijual.

Namun ketika kakak saya yang lain menawarkan bahwa dirinya punya pasar yang bisa menyerap hasil panen, maka saya pun mencoba untuk budidaya jamur tiram. Pesanan 2000 baglog jamur tiram kepada produsen pun saya ajukan. Tapi masih dengan strategi yang sama, pesanan saya pecah menjadi 2 produsen. Tapi ini untuk mendukung budidaya jamur kuping saja, karena hasil panen jamur tiram tidak diambil oleh penyuplai baglog.

Awal bulan Desember 2009 pesanan 1000 baglog datang, masih dalam kondisi miselium yang baru sedikit. Setelah satu bulan miselium sudah penuh tumbuh di seluruh baglog. Bahkan akhir minggu pertama bulan Januari 2010 ini, jamur tiram saya sudah banyak yang tumbuh dari bagian ring/cincin baglognya. Akhirnya diputuskan untuk menyobek baglog yang lainnya.

Tanggal 7 Januari 2010 merupakan panen pertama, hasilnya baru 8 Kg jamur tiram. Sebagai informasi bagi yang belum tahu, jamur tiram ini bisa di panen tiap hari. Tidak seperti jamur kuping yang harus menunggu satu bulan untuk panen. Nah ini dia yang harus dicermati sebelum memutuskan untuk membudidayakan Jamur Tiram. Kemampuan pasar menyerap hasil panen tiap hari merupakan suatu keharusan untuk lancarnya usaha ini.

Panen selama tujuh hari pertama cukup menggembirakan, total sudah 109 kg. Untuk balik modal diperlukan 250 kg saja dengan harga jual per Kg nya Rp.6000;. Belum ada sebulan tapi modal saya sudah hampir balik setengahnya, sungguh ini melebihi ekspektasi saya.

Rencana ke depan saya akan mencari tambahan pasar yang siap menyerap hasil panen. Bergantung pada satu orang saja sungguh sangat beresiko. Selanjutnya karena jamur tiram ini tidak tahan lama, saya harus memikirkan usaha turunan agar hasil panen jamur tiram ini bisa menjadi sesuatu yang mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi dan tahan lama, sehingga bisa dipasarkan sampai jauh tanpa takut rusak.

Sambil menunggu 1000 baglog berikutnya, saya terus mempelajari lebih dalam mengenai jamur tiram ini. Dan tentu saja sangat menikmati pengalaman baru ini.

Selengkapnya...

Perkembangan Kumbung Jamur Kuping Kapasitas 10.000 Baglog

Awal Desember 2009 ini pesanan baglog jamur kuping saya sudah datang sebagian. Karena kumbung sudah jadi lama dan sudah dilakukan sterilisasi sebelumnya maka baglog bisa langsung ditata. Sejumlah 7500 baglog yang sudah datang memang belum ditumbuhi banyak miselium, baru terlihat samar-samar di leher baglog.

Sedikit bercerita kenapa yang datang baru 7500 baglog tidak langsung 10.000 sesuai pesanan saya. Saya sengaja memecah pesanan saya untuk menambah pemasaran hasil panenya kelak. Masing-masing produsen baglog memberikan layanan untuk menerima hasil panen kita, jadi semakin banyak yang mau menerima hasil panen kita akan semakin bagus. Apalagi yang baru datang ini saya ambil dari luar kota, sehingga sedikit beresiko jika ternyata pada hari yang dijanjikan pengepul tidak datang, padahal sudah terlanjur di panen.

Memang sih masih bisa dikeringkan, tapi ini butuh proses lebih lanjut dan sekarang ini harga jamur kuping kering masih jatuh. Bisa-bisa malah rugi jika dijual kering. Untuk 2500 baglog yang lain saya pesan di produsen baglog dekat rumah saya. Ternyata ada yang produksi juga, jadi ya sekalian memajukan ekonomi kerakyatan di sekitar rumah, hehehehehe kayak Sri Mulyani saja ngomongnya.

Rencananya akhir bulan ini, Januari 2010, sisa 2500 baglog yang saya pesan datang dan sudah dalam kondisi ditumbuhi miselium full. Karena produsen kedua ini hanya mau menjual baglog yang sudah cukup panjang miseliumnya. Alasannya sih simpel, beliau tidak mau repot dengan baglog yang gagal yang sebenarnya diakibatkan oleh kesalahan pemilik dalam menumbuhkan miseliumnya. Saya sih setuju-setuju saja yang penting jika masih gagal masih tetap diganti sebagai garansinya.

Sementara itu dulu yang bisa dishare mengenai perkembangan kumbung jamur kapasitas 10.000 baglog. Terima kasih yang telah menyimak sejak dari awal, yang sudah mengirimkan email dan yang sudah chat di YM. Mohon maaf belum semuanya bisa terbalas karena kesibukan saya di tempat kerja dan semoga Anda mau bersabar.
Selengkapnya...

Panen Jamur Kuping Ke-4 dari Kumbung 2500 Baglog

Alhamdulillah saya sudah berhasil melakukan panen jamur kuping yang ke-4, meskipun jauh dari yang diharapkan. Kalau Anda membaca postingan sebelumnya saya memasang target sebesar 200 kg jamur kuping basah untuk panen ke-4, namun hasil yang didapatkan hanya sebesar 134 Kg.

Saya belum tahu pasti penyebab pastinya kenapa bisa turun sampai setengahnya. Yang pasti bukan karena serangan hama, seperti sebelumnya. Informasi yang saya dapatkan memang panen kali ini jamur kupingnya lebih tipis dari sebelumnya. Wajar sih karena memang nutrisi didalam baglog yang sudah mulai berkurang drastis. Ini terlihat jelas dari kondisi baglog yang sudah menyusut (kisut-red).

Harga jual dari hasil panen kali ini juga belum beranjak dari angka 5 ribu per kg nya. Saya dapat informasi dari pengepul bahwa untuk panen ke-4 sampai dengan ke-6 jangan menunggu sampai sebulan karena hasilnya kurang begitu bagus. So informasi ini patut dicoba untuk panen berikutnya, meskipun saya harus mengatur ulang jadwal pemesanan baglog berikutnya.

Dari total 4 kali panen tersebut Alhamdulillah saya sudah menagguk keuntungan yang cukup lumayan. Lebih dari 20% dari modal pembelian baglog. Untuk jangka waktu 5 bulan hasil tersbut sudah jauh lebih baik daripada modal kita parkir di bank.

Untuk panen ke-5 target yang saya tetapkan hanya sebesar 100 kg saja. Mengingat target ke-4 yang meleset jauh menurut saya target 100 kg sudah cukup realistis. Semoga panen ke-5 lebih menggembirakan.

Selengkapnya...

 

Home Design Idea | Home Furniture | Gadget News | Daily Architecture | Buy Cheap Tablet